"Karimunjawa akan menjadi kuat jika seluruh generasinya diperhatikan. Anak mudanya diberdayakan, pelaku UMKM didukung, dan para lansianya dijaga kesehatannya agar tetap mandiri dan produktif. Inilah makna pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan," ujar Haji Abduh pada Senin (10/8).


Salah satu peserta, Ibu Siti (68) dari Dusun Yamplungan, mengaku bersyukur karena kini dapat kembali membaca dengan jelas. 


"Sudah lama penglihatan saya kabur. Tadi setelah diperiksa dan memakai kacamata, tulisan langsung terlihat jelas. Saya merasa seperti mendapatkan semangat baru. Terima kasih Citadesa Nusantara yang sudah peduli kepada kami para lansia," tuturnya.


Testimoni serupa disampaikan Bapak Ahmad (72) dari Karimunjawa Kota. "Biasanya saya sulit membaca dan melihat nomor telepon. Sekarang lebih jelas. Bantuan ini bukan hanya kacamata, tapi membuat kami merasa diperhatikan dan dihargai," katanya.


Citadesa Nusantara menyebut program kesehatan dan pemberdayaan lansia ini sebagai bagian dari visi mewujudkan ekosistem wisata berkelanjutan yang tidak meninggalkan siapa pun, sejalan dengan semangat "Bumi Lestari, Masyarakat Berseri" yang diusung organisasi tersebut.***