Ketika Mata Mulai Kabur, Kacamatabaca Membawa Harapan ke Kampung Santri Cibongas -->

Iklan

Ketika Mata Mulai Kabur, Kacamatabaca Membawa Harapan ke Kampung Santri Cibongas

Selasa, 29 September 2026

Kacamatabaca Gratis Citades

Tasikmalaya — Ada sebuah kebiasaan yang tidak ingin ditinggalkan oleh para lansia di Kampung Santri, Desa Cibongas, Tasikmalaya: membaca Al-Qur’an.

Usia boleh bertambah. Pandangan boleh mulai berkurang ketajamannya. Namun kecintaan kepada Al-Qur’an tetap ingin dijaga.

Sayangnya, bagi sebagian lansia, huruf-huruf Al-Qur’an yang dahulu begitu mudah dibaca perlahan mulai tampak samar. Bukan karena mereka tidak ingin membaca, tetapi karena mata yang mulai renta membutuhkan bantuan.

Dari kondisi itulah sebuah kebutuhan sederhana teridentifikasi: kacamata baca.

Bukan hanya satu atau dua orang.

Hasil assessment di lapangan menunjukkan, kebutuhan kacamata baca di wilayah tersebut dapat mencapai sekitar 250 lansia.

Angka itu menjadi cerita tersendiri. Di baliknya ada ratusan mata yang ingin tetap membaca, ratusan hati yang masih ingin dekat dengan Al-Qur’an, dan sebuah kebutuhan sederhana yang ternyata begitu berarti.

Dari Niat Baik Menjadi Perjalanan Kebaikan

Kondisi tersebut kemudian mendorong tim Citades untuk berangkat menuju Desa Cibongas, Tasikmalaya.

Perjalanan tidak selalu mudah. Jalan yang ditempuh cukup panjang dan berliku, hingga memasuki perkampungan.

Namun ketika tujuannya adalah menyampaikan amanah para donatur, jarak bukan lagi sekadar persoalan.

Ada niat baik yang harus ditunaikan.

Ada amanah yang harus sampai.

Dan ada harapan agar sebagian rezeki yang dititipkan para donatur dapat menjadi keberkahan, bukan hanya bagi mereka yang menerima, tetapi juga bagi mereka yang berbagi.

Sebab, kebaikan itu terkadang hadir dalam bentuk yang sangat sederhana.

Sebuah kacamata.

Benda yang mungkin terlihat biasa, tetapi bagi seorang lansia yang kesulitan melihat huruf Al-Qur’an, kacamata dapat menjadi jalan untuk kembali membaca dengan lebih nyaman.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.”

(HR. Tirmidzi no. 2910)

Hadis tersebut menjadi salah satu semangat dalam menghadirkan program Kacamatabaca. Setiap huruf Al-Qur’an yang kembali dapat dibaca oleh para penerima manfaat diharapkan menjadi bagian dari keberkahan amal kebaikan yang mengalir kepada para donatur.

Bukan Sekadar Membagikan Kacamata

Sesampainya di Kampung Santri Cibongas, sambutan warga begitu antusias.

Namun kacamata tidak begitu saja dibagikan.

Para lansia terlebih dahulu mendapatkan pemeriksaan mata, sehingga kacamata yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Senyum pun mulai bermunculan.

Bagi sebagian orang, mungkin sebuah kacamata hanyalah benda sederhana.

Tetapi bagi mereka, kacamata itu berarti satu hal yang jauh lebih besar:

“Saya masih bisa membaca Al-Qur’an.”

Selain pemeriksaan dan pembagian kacamata, masyarakat juga mendapatkan layanan gurah mata serta tambahan mushaf Al-Qur’an bagi warga yang Al-Qur’annya sudah mulai usang.

Dan di sinilah sebuah kejutan kecil terjadi.

Al-Qur’an yang dibawa ternyata belum mencukupi kebutuhan warga.

Masih banyak masyarakat yang menginginkannya.

Keinginan itu justru menjadi pemandangan yang mengharukan. Di tengah keterbatasan, semangat untuk memiliki dan membaca Al-Qur’an ternyata masih begitu kuat.

200 Kacamata Habis, Kebutuhan Masih Ada

Antusiasme masyarakat bahkan membuat sekitar 200 kacamata yang dibawa tim habis dibagikan.

Namun cerita belum selesai.

Masih ada beberapa warga yang membutuhkan kacamata dengan ukuran plus maupun minus yang belum dapat dipenuhi karena stok yang tersedia telah habis.

Di satu sisi, hal itu menjadi tanda bahwa program Kacamatabaca benar-benar dibutuhkan.

Di sisi lain, masih ada pekerjaan kebaikan yang menunggu untuk dilanjutkan.

Karena ternyata, di balik satu kacamata yang diberikan, ada satu orang yang kembali terbantu untuk melihat.

Dan di balik satu orang yang terbantu, mungkin ada lembaran Al-Qur’an yang kembali dibuka, ayat-ayat yang kembali dibaca, dan kebaikan yang terus mengalir.

Mari Lanjutkan Kebaikan

Perjalanan Citades ke Kampung Santri Desa Cibongas menjadi pengingat bahwa berbuat baik tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.

Kadang, cukup dengan melihat kebutuhan yang ada di sekitar kita.

Kemudian bergerak.

Sebab bagi seseorang yang membutuhkan, apa yang terlihat sederhana bagi kita bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi mereka.

Program Kacamatabaca akan terus berupaya menjangkau para lansia dan masyarakat yang membutuhkan.

Yuk, Sahabat, ikut menjadi bagian dari kebaikan melalui program “Sejuta Kacamata untuk Negeri”.

Karena mungkin satu kacamata yang kita bantu hadirkan, menjadi jalan bagi seseorang untuk kembali membaca Al-Qur’an.

Dan semoga dari setiap huruf yang dibacanya, Allah menghadirkan keberkahan bagi semua yang terlibat dalam kebaikan ini.

Kacamatabaca — membantu melihat, memudahkan membaca, dan menghidupkan kembali semangat membaca Al-Qur’an.