Tasikmalaya — Ada sebuah kebiasaan yang tidak ingin
ditinggalkan oleh para lansia di Kampung Santri, Desa Cibongas, Tasikmalaya:
membaca Al-Qur’an.
Usia boleh bertambah. Pandangan boleh mulai berkurang
ketajamannya. Namun kecintaan kepada Al-Qur’an tetap ingin dijaga.
Sayangnya, bagi sebagian lansia, huruf-huruf Al-Qur’an yang
dahulu begitu mudah dibaca perlahan mulai tampak samar. Bukan karena mereka
tidak ingin membaca, tetapi karena mata yang mulai renta membutuhkan bantuan.
Dari kondisi itulah sebuah kebutuhan sederhana
teridentifikasi: kacamata baca.
Bukan hanya satu atau dua orang.
Hasil assessment di lapangan menunjukkan, kebutuhan kacamata
baca di wilayah tersebut dapat mencapai sekitar 250 lansia.
Angka itu menjadi cerita tersendiri. Di baliknya ada ratusan
mata yang ingin tetap membaca, ratusan hati yang masih ingin dekat dengan
Al-Qur’an, dan sebuah kebutuhan sederhana yang ternyata begitu berarti.
Dari Niat Baik Menjadi Perjalanan Kebaikan
Kondisi tersebut kemudian mendorong tim Citades untuk
berangkat menuju Desa Cibongas, Tasikmalaya.
Perjalanan tidak selalu mudah. Jalan yang ditempuh cukup
panjang dan berliku, hingga memasuki perkampungan.
Namun ketika tujuannya adalah menyampaikan amanah para
donatur, jarak bukan lagi sekadar persoalan.
Ada niat baik yang harus ditunaikan.
Ada amanah yang harus sampai.
Dan ada harapan agar sebagian rezeki yang dititipkan para
donatur dapat menjadi keberkahan, bukan hanya bagi mereka yang menerima, tetapi
juga bagi mereka yang berbagi.
Sebab, kebaikan itu terkadang hadir dalam bentuk yang sangat
sederhana.
Sebuah kacamata.
Benda yang mungkin terlihat biasa, tetapi bagi seorang
lansia yang kesulitan melihat huruf Al-Qur’an, kacamata dapat menjadi jalan
untuk kembali membaca dengan lebih nyaman.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah,
maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali
lipatnya.”
(HR. Tirmidzi no. 2910)
Hadis tersebut menjadi salah satu semangat dalam
menghadirkan program Kacamatabaca. Setiap huruf Al-Qur’an yang kembali dapat
dibaca oleh para penerima manfaat diharapkan menjadi bagian dari keberkahan
amal kebaikan yang mengalir kepada para donatur.
Bukan Sekadar Membagikan Kacamata
Sesampainya di Kampung Santri Cibongas, sambutan warga
begitu antusias.
Namun kacamata tidak begitu saja dibagikan.
Para lansia terlebih dahulu mendapatkan pemeriksaan mata,
sehingga kacamata yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan
masing-masing.
Senyum pun mulai bermunculan.
Bagi sebagian orang, mungkin sebuah kacamata hanyalah benda
sederhana.
Tetapi bagi mereka, kacamata itu berarti satu hal yang jauh
lebih besar:
“Saya masih bisa membaca Al-Qur’an.”
Selain pemeriksaan dan pembagian kacamata, masyarakat juga
mendapatkan layanan gurah mata serta tambahan mushaf Al-Qur’an bagi
warga yang Al-Qur’annya sudah mulai usang.
Dan di sinilah sebuah kejutan kecil terjadi.
Al-Qur’an yang dibawa ternyata belum mencukupi kebutuhan
warga.
Masih banyak masyarakat yang menginginkannya.
Keinginan itu justru menjadi pemandangan yang mengharukan.
Di tengah keterbatasan, semangat untuk memiliki dan membaca Al-Qur’an ternyata
masih begitu kuat.
200 Kacamata Habis, Kebutuhan Masih Ada
Antusiasme masyarakat bahkan membuat sekitar 200 kacamata
yang dibawa tim habis dibagikan.
Namun cerita belum selesai.
Masih ada beberapa warga yang membutuhkan kacamata dengan
ukuran plus maupun minus yang belum dapat dipenuhi karena stok yang tersedia
telah habis.
Di satu sisi, hal itu menjadi tanda bahwa program
Kacamatabaca benar-benar dibutuhkan.
Di sisi lain, masih ada pekerjaan kebaikan yang menunggu
untuk dilanjutkan.
Karena ternyata, di balik satu kacamata yang diberikan, ada
satu orang yang kembali terbantu untuk melihat.
Dan di balik satu orang yang terbantu, mungkin ada lembaran
Al-Qur’an yang kembali dibuka, ayat-ayat yang kembali dibaca, dan kebaikan yang
terus mengalir.
Mari Lanjutkan Kebaikan
Perjalanan Citades ke Kampung Santri Desa Cibongas menjadi
pengingat bahwa berbuat baik tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang
besar.
Kadang, cukup dengan melihat kebutuhan yang ada di sekitar
kita.
Kemudian bergerak.
Sebab bagi seseorang yang membutuhkan, apa yang terlihat
sederhana bagi kita bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi mereka.
Program Kacamatabaca akan terus berupaya menjangkau
para lansia dan masyarakat yang membutuhkan.
Yuk, Sahabat, ikut menjadi bagian dari kebaikan melalui
program “Sejuta Kacamata untuk Negeri”.
Karena mungkin satu kacamata yang kita bantu hadirkan,
menjadi jalan bagi seseorang untuk kembali membaca Al-Qur’an.
Dan semoga dari setiap huruf yang dibacanya, Allah
menghadirkan keberkahan bagi semua yang terlibat dalam kebaikan ini.
Kacamatabaca — membantu melihat, memudahkan membaca, dan
menghidupkan kembali semangat membaca Al-Qur’an.
